Sinergi Pemerintah, DPRD, dan Dunia Industri: Demak Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Era Digital dan Industri Hijau

Demak — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak menggelar Diskusi Panel bertema “Optimalisasi Kompetensi dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal pada Era Digital dan Industri Hijau”, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari unsur DPRD, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri dan Penempatan Daerah (FKLPI Demak), hingga perwakilan dunia industri.

Kepala Dinnakerind Kabupaten Demak, Agus Kriyanto, menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Demak saat ini mencapai 4,75 persen. Pihaknya terus berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai langkah strategis seperti penyelenggaraan job fair, pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK), dan sinergi dengan SMK serta FKLPI dalam penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri.

“Demak sudah mulai beralih dari sektor pertanian menuju sektor industri. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja yang terbuka, meski tantangan terbesar masih pada daya juang dan softskill tenaga kerja,” ujar Agus.

Ia juga menyoroti fenomena rendahnya komitmen tenaga kerja terhadap perusahaan, yang dikenal dengan istilah “muntaber” (muncul sebentar tanpa berita). Dinnakerind berencana memperkuat Mobile Training Unit (MTU) agar pelatihan bisa menjangkau lebih luas.

SMK Masih Jadi Penyumbang TPT Tertinggi

Ketua FKLPI Kabupaten Demak, Nur Hidayah, mengungkapkan bahwa penyumbang pengangguran tertinggi masih berasal dari lulusan SMK. Menurutnya, hal ini disebabkan ketidaksesuaian keterampilan teknis dan softskill dengan kebutuhan industri.

“Banyak lulusan SMK belum berusia 18 tahun, sehingga masa tunggunya tidak produktif. Mereka punya sertifikat, tetapi keterampilannya belum relevan,” jelas Nur.

Nur menambahkan, generasi muda perlu dibekali adaptabilitas, komunikasi, berpikir kritis, serta profesionalisme. Ia juga mendorong adanya sinergi kurikulum antara dunia pendidikan dan dunia industri, serta pengembangan sistem data terpadu tenaga kerja lokal.

Industri Hijau Ciptakan Peluang Baru

Perwakilan sektor industri, Muthi Kholil dari Manufaktur Berbasis Green (MBG), menjelaskan bahwa konsep Industri Hijau (SPPG) membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal.

“Saat ini ada 37 SPPG dengan target 100 SPPG yang dapat menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja lokal. Namun dibutuhkan pelatihan baru di BLK serta peningkatan kompetensi instruktur,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelatihan berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan industri berkelanjutan.

DPRD Dorong Penguatan Karakter dan Kemandirian

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, H. Sri Fahrudin Bisri Slamet, SE, menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan mental generasi muda agar tidak hanya berorientasi sebagai pekerja, namun juga wirausahawan yang kompeten dan berjiwa mandiri.

“Bahasa Jawa dan budaya sopan santun perlu dijaga karena membentuk karakter. Jangan hanya melatih di hulu, tapi dampingi sampai pemasaran. Peserta pelatihan yang sudah berhasil harus melatih masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar revitalisasi BLK disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, seperti pelatihan otomotif dari sistem karburator ke hybrid. DPRD siap mendukung melalui penganggaran prioritas di RKPD agar bonus demografi menjadi peluang, bukan ancaman.

Rekomendasi Hasil Diskusi Panel

  1. Perkuat sinergi antara Dinnakerind, FKLPI, SMK, dan dunia industri.
  2. Revitalisasi BLK sesuai kebutuhan pasar dan teknologi industri hijau.
  3. Tingkatkan pelatihan berbasis kompetensi (teknis & softskill).
  4. Kembangkan sistem informasi tenaga kerja digital terintegrasi.
  5. Dukung sarana prasarana dan pendanaan FKLPI.
  6. Berdayakan lulusan pelatihan untuk melatih masyarakat sekitar.
  7. Dorong wirausaha muda serta penguatan sektor pertanian produktif.

Pesan Penutup

Acara ditutup dengan pesan kolaboratif dari seluruh narasumber. Kepala Dinnakerind menegaskan pentingnya dukungan legislatif terhadap pencapaian indikator kinerja daerah, sedangkan DPRD berpesan agar generasi muda menanamkan semangat juang dan kemandirian sejak dini.

“Tanamkan dalam hati bahwa kita semua adalah pejuang tanah air,” pesan H. Sri Fahrudin.

Diskusi panel ini menjadi langkah strategis menuju Demak yang adaptif terhadap era digital, berdaya saing industri hijau, dan memiliki tenaga kerja lokal yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing global.