
Demak, 26 Februari 2026 – Upaya meningkatkan kesiapan peserta pelatihan dalam memasuki dunia kerja terus dilakukan melalui pembekalan materi Etika di Tempat Kerja yang dilaksanakan pada Kamis (26/2). Kegiatan ini diikuti oleh Peserta Pelatihan Tata Rias dan Pembuatan Roti & Boga, dengan narasumber Nur Hidayah, S.Psi.
Dalam penyampaiannya, narasumber menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi yang lebih penting adalah sikap, perilaku, dan etika profesional. Penampilan rapi, bersih, serta sesuai standar industri menjadi hal mendasar yang harus diperhatikan. Pada bidang tata rias, profesionalisme tercermin dari penampilan yang menarik dan meyakinkan. Sementara itu, pada bidang roti dan boga, kebersihan, higienitas, dan kerapian merupakan aspek utama yang tidak dapat ditawar.
Selain penampilan, peserta juga diingatkan pentingnya menjaga sikap dan bahasa tubuh. Cara duduk, berdiri, berbicara, serta menghargai atasan, rekan kerja, dan pelanggan mencerminkan kualitas pribadi seseorang. Etika yang baik menjadi nilai tambah yang diperhitungkan oleh perusahaan.
Materi juga menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan secara aktif. Peserta didorong untuk tidak memotong pembicaraan, memahami instruksi dengan baik sebelum bekerja, serta membiasakan diri bertanya “mengapa” guna memahami tujuan suatu tugas. Kesalahan kerja sering kali terjadi karena kurangnya kemampuan mendengarkan secara cermat.
Lebih lanjut, peserta diajak untuk menjadikan diri sendiri sebagai “sekolah”, yakni terus belajar dan berkembang meskipun pelatihan telah selesai. Sikap terbuka terhadap kritik, kemauan memperbaiki kesalahan, serta semangat meningkatkan keterampilan dan kreativitas menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang di industri.
Dalam menghadapi lingkungan kerja yang beragam, peserta juga ditekankan agar mampu beradaptasi dengan budaya perusahaan tanpa kehilangan jati diri. Menyesuaikan diri bukan berarti mengikuti semua tren atau tekanan lingkungan, melainkan tetap menjaga prinsip dan integritas pribadi.
Menanggapi tantangan generasi saat ini yang kerap terpengaruh tren media sosial dan gaya hidup instan, narasumber mengingatkan bahwa keberhasilan ditentukan oleh disiplin, konsistensi, kerja keras, dan tanggung jawab. Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui perencanaan dan komitmen yang kuat.
Sebagai penutup, peserta didorong untuk merencanakan keberhasilan pribadi dengan menetapkan target karier, baik bekerja di industri, membuka usaha, maupun menjadi profesional mandiri. Perencanaan jangka pendek dan jangka panjang yang disertai tindakan nyata menjadi fondasi utama dalam meraih kesuksesan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memiliki keterampilan tata rias dan boga, tetapi juga etika kerja dan sikap profesional yang menjadi faktor penentu keberhasilan di dunia kerja maupun dunia usaha.
-yn-