
Demak – 1 Desember 2025.
Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Demak menggelar rapat kerja di Reinz Cafe, Senin (1/12). Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB tersebut mengusung agenda utama sinkronisasi kebutuhan industri dengan penyelenggaraan pelatihan serta strategi penempatan tenaga kerja.
Rapat dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, Agus Kriyanto, S.E., M.M., yang menegaskan pentingnya peran FKLPID sebagai wadah kolaborasi pemerintah, BLK, SMK, dan dunia usaha untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri serta menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Pada kesempatan tersebut, Lucia Harningtyas Mardyasari, S.T., M.M., Koordinator Pemberdayaan Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas BBPVP Semarang, menyampaikan materi mengenai ketenagakerjaan, di antaranya tentang Konvensi ILO terkait usia minimum bekerja, tantangan ketenagakerjaan 2025, hingga strategi kolaborasi pelatihan bersama industri. Ia menekankan pentingnya Demand Driven Training atau pelatihan berbasis kebutuhan industri serta perlunya meningkatkan tracer alumni.
Sementara itu, Ketua FKLPID Demak Nur Hidayah menyoroti perlunya penyaringan peserta pelatihan yang lebih ketat dan penguatan motivasi sejak awal. “Banyak peserta pelatihan belum memiliki mindset dan komitmen yang kuat. Ke depan, FKLPID perlu dilibatkan sejak tahap seleksi,” ujarnya.
Perwakilan perusahaan ritel seperti Goory Swalayan dan Aneka Jaya Ritelindo memberikan masukan terkait tantangan menerima tenaga kerja baru, terutama mengenai soft skills, kedisiplinan, dan kesiapan mental. Mereka berharap dapat terlibat lebih aktif dalam proses pelatihan serta melakukan seleksi langsung terhadap peserta.
Selain itu, disampaikan juga contoh praktik baik kerja sama pelatihan dari PT. Nusantara Building Industries, yang melaksanakan program magang 6 bulan dengan kurikulum SMK yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melibatkan 190 siswa SMK melalui kolaborasi antara sekolah, industri, dan LSP pada batch pertama. Untuk selanjutnya akan menargetkan penyelarasan kurikulum SMK di bidang teknik pada batch kedua.