Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Jawa Tengah Gandeng Bukalapak untuk Naikkan Kelas IKM/UKM

Posted on

Melalui Progam Peningkatan Akses Pasar Pelaku Industri Kreatif Berbasis E-Commerce yang di Agendakan Oleh Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Jawa Tengah Mengandeng Bukalapak untuk meningkatkan Kelas Produk-produk IKM (Idustri Kecil Menengah) di Jawa Tengah, Peserta dari Berbagai daerah di Jawa Tengah Salah Satunya dari Kab. Demak yang mengirim 2 peserta dan 1 Pendamping untuk mengikuti kegiatan tersebut, dari kegiatan tersebut langsung bisa dirasakan manfaatnya bagi Pelaku IKM karena Produk-produk mereka langsung bisa dilihat orang diseluruh Masyarakat mealui Aplikasi Marketplace Bukalapak , ada beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan Marketplace untuk memasarkan produk di Marketplace diantaranya:

Kelebihan Marketplace :

  1. Tempat Berkumpulnya Para Pembeli
  2. Banyak Relasi Pedagang
  3. Promosi Gratis dari Marketplace
  4. Tersedianya Rekening Bersama
  5. Sewa Toko Murah
  6. Jangkauan Pembeli Lebih Luas
  7. Lebih Meyakinkan Pembeli
  8. Ongkir Gratis Untuk Pembeli.

Kekurangan Marketplace :

  1. Persaingan Antar Pedagang Tinggi
  2. Keberlangsungan Tidak Terjamin
  3. Kontrol Yang Lemah
  4. Fitur Premium
  5. Pembayaran Lebih Lama

Sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Bukalapak terus mendorong kemajuan para IKM/UKM Indonesia dengan beragam produk-produk kreatif. Bukalapak meyakini bahwa produk-produk kreatif Indonesia membutuhkan tempat pemasaran yang tepat agar produk tersebut dapat dijangkau berbagai khalayak.

Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak menjelaskan bahwasanya Bukalapak telah mempertemukan para penjual dan pembeli untuk bisa bertransaksi baik dalam jumlah besar maupun satuan. Baginya semua orang siapa pun itu bisa berjualan di Bukalapak. “Saat ini jumlah pelapak di Bukalapak mencapai lebih dari 7 juta pelapak yang tersebar di seluruh Indonesia. 50% dari pelapak kami menjual produk-produk kreatif lokal, artinya mereka ini tergolong memproduksi sendiri semua produk-produk nya baik kerajinan, pangan, fesyen, hobi dan lain-lain yang tergolong non-gadget,” jelasnya.

Ia juga meyakini bahwa para IKM/UKM termasuk di dalamnya para Pelapak di Bukalapak, adalah penggerak dalam industri perdagangan tanah air. Dengan usaha pemerintah untuk memberikan dukungan bagi para pelaku IKM/UKM, termasuk di dalamnya pelaku ekonomi kreatif, Bukalapak ingin turut berkontribusi untuk membantu pemasaran para pelaku IKM/UKM ini melalui pemanfaatan platform digital. Zaky juga menambahkan bahwa Bukalapak menyadari persaingan produk-produk asing dan lokal ini sangat kuat, sehingga ia meminta kepada seluruh rekan-rekannya di Bukalapak untuk selalu melakukan pembinaan pada pelapak-pelapak, khususnya yang tergabung dalam komunitas Bukalapak. “Kami ingin menaikkelaskan para pelapak Bukalapak agar baik kualitas maupun kecepatan pengiriman tidak mengecewakan para pembeli”.

Singkatnya, Bukalapak secara konsisten telah memberikan pembekalan kepada perwakilan komunitas dari setiap kota yang bertujuan untuk menyiapkan mereka sebagai pemimpin dan trainer di dalam komunitasnya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas mereka, anggota komunitas, dan masyarakat sekitar dalam hal berbisnis online. Dengan jumlah komunitas Bukalapak tersebar di 80 kota di seluruh Indonesia, Bukalapak ingin terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan Bukalapak sebagai marketplace dalam meningkatkan bisnis mereka.

One thought on “Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Jawa Tengah Gandeng Bukalapak untuk Naikkan Kelas IKM/UKM

  1. menurut saya di era digital ini sangat tepat apabila sebuah industri kecil menengah memasarkannya secara online.

    @solderku: betul sekali, karena dengan online maka pangsa pasar jadi tidak terbatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *