Kembangkan Industri Bordir di Kabupaten Demak, 10 IKM Dimagangkan

Keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) selain mempunyai peran yang cukup besar terhadap kegiatan perekonomian nasional juga menyerap tenaga kerja yang banyak. Mengingat demikian pentingnya peran Industri Kecil Menengah dalam perkonomian nasional, maka perhatian dan campur tangan pemerintah sangat diperlukan, sehingga Industri Kecil Menengah dapat berkembang.

Salah satu industri yang sedang berkembang di Kabupaten Demak adalah Industri Bordir. Industri bordir merupakan salah satu kegiatan usaha yang belum banyak dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Demak, namun minat konsumen yang membutuhkan barang dalam bentuk oleh-oleh bahan kerajinan tangan dan aplikasi pada konveksi dapat memberikan nilai tambah bagi usaha bordir agar tetap dapat bertahan dalam produksinya.

Lebih jauh, bordir adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti payet, potongan logam, mutiara, manik-manik, dan bulu burung.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak pada tanggal 24-28 Juni 2019 mengadakan Kegiatan Kebijakan Keterkaitan Industri  Hulu-Hilir Melalui Magang Bordir dilaksanakan di Sri Rejeki  Embroidery Kudus.  Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang peserta IKM Bordir.

Tujuan dari kegiatan magang ini adalah untuk meningkatkan kualitas teknik pengerjaan produk dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, pengembangan ragam produk industri bordir baik tradisional maupun modifikasi, teknik kombinasi warna dan peningkatan kreasi serta inovasi mutu produk desain, sehingga pelaku IKM Bordir dapat berkembang.

Target yang diharapkan adalah peserta magang dapat ikut mengembangkan industri bordir sehingga kuantitas dan mutu hasil kerajinan bordir di Kabupaten Demak kedepannya  dapat  semakin meningkat.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*